Setiap pelanggan memiliki perjalanan yang berbeda sebelum akhirnya mengambil keputusan. Ada yang pertama kali mengenal brand melalui media sosial, kemudian mencari informasi, membandingkan produk, melihat testimoni, hingga akhirnya melakukan pembelian. Karena itu, membuat satu jenis konten untuk semua calon pelanggan tidak selalu efektif. Konten yang tepat perlu disesuaikan dengan posisi audiens dalam customer journey.
AI dapat membuat proses ini lebih terstruktur. AI berperan sebagai asisten dalam merancang ide, mengembangkan copy, membuat visual, menyiapkan materi promosi, dan menyusun aset yang mendukung keputusan pembelian. Konten customer journey dengan ai, dapat membantu marketer menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan audiens di setiap tahap.
Table of Contents
Memahami Customer Journey Sebelum Membuat Konten

Customer journey menggambarkan proses yang dilalui seseorang sejak pertama kali mengetahui brand sampai setelah menjadi pelanggan. Tahapannya dapat dibuat sederhana menjadi:
Awareness: pelanggan mulai mengenal brand atau masalah yang ingin diselesaikan. Consideration: pelanggan mulai mencari informasi dan mempertimbangkan pilihan. Decision: pelanggan mengevaluasi produk dan mencari alasan untuk membeli. Conversion: pelanggan melakukan tindakan seperti membeli atau menghubungi bisnis. Retention: pelanggan yang sudah membeli perlu dipertahankan agar kembali menggunakan produk.
Setiap tahap memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Karena itu, konten customer journey dengan AI sebaiknya tidak dibuat berdasarkan asumsi bahwa satu konten dapat memenuhi semua kebutuhan audiens.
1. Awareness: Buat Konten yang Mengenalkan Masalah dan Brand
Pada tahap awareness, audiens belum tentu mengenal produk Anda. Mereka bahkan mungkin belum mengetahui bahwa solusi yang Anda tawarkan dapat membantu menyelesaikan masalah mereka.
Konten yang sesuai biasanya berupa edukasi, tips, insight, informasi mengenai masalah tertentu, atau konten ringan yang relevan dengan target audiens.
Misalnya, bisnis menjual produk perawatan kulit. Daripada langsung menawarkan produknya, konten awareness dapat membahas kesalahan dalam merawat kulit, kebiasaan yang perlu dihindari, atau cara mengenali kebutuhan kulit.
AI dapat membantu mengembangkan beberapa ide dari satu topik utama. Dengan konten customer journey dengan AI, marketer dapat membuat beberapa angle sekaligus sehingga proses ideasi tidak selalu dimulai dari halaman kosong.
OurStudio.ai dapat mendukung tahap ini melalui Penulis Konten AI untuk membuat draft materi serta fitur pembuatan gambar dan desain visual untuk menyiapkan aset pendukung.
Namun, output AI tetap perlu diperiksa. Informasi yang berkaitan dengan produk, klaim, maupun fakta harus divalidasi sebelum dipublikasikan.
2. Awareness: Gunakan Visual untuk Mendapatkan Perhatian
Selain informasi, awareness membutuhkan daya tarik visual. Konten yang terlihat relevan dengan target audiens memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian ketika bersaing dengan banyak posting lainnya.
OurStudio.ai menyediakan Foto Produk Estetik, Pembuat Gambar Iklan, dan tool desain visual yang dapat membantu menghasilkan konsep materi kreatif.
Dalam konten customer journey dengan AI, visual pada tahap awareness sebaiknya tidak terlalu berorientasi pada hard selling. Fokus utamanya adalah membangun perhatian dan memperkenalkan konteks masalah atau kebutuhan.
Misalnya, sebuah brand kopi dapat membuat visual yang menggambarkan rutinitas pagi atau situasi ketika seseorang membutuhkan kopi, sebelum kemudian memperkenalkan produk sebagai bagian dari cerita tersebut.
3. Consideration: Berikan Informasi yang Lebih Spesifik
Ketika pelanggan sudah mengetahui masalah dan mulai mengenal brand, kebutuhan informasinya berubah. Mereka mulai mempertanyakan apakah produk tersebut benar-benar sesuai untuk mereka.
Konten consideration dapat berupa:
penjelasan manfaat produk, tutorial, cara penggunaan, perbandingan, demo produk, FAQ, studi kasus, atau konten yang menjawab keraguan calon pelanggan.
Pada tahap ini, konten customer journey dengan AI harus lebih informatif dibanding konten awareness.
Penulis Konten AI di OurStudio.ai dapat membantu membuat draft penjelasan berdasarkan brief produk. Sementara fitur visual dapat digunakan untuk membuat materi pendukung agar informasi lebih mudah dipahami.
Yang perlu diperhatikan adalah kualitas input. Semakin jelas informasi mengenai produk, target audiens, manfaat, dan tujuan konten yang diberikan kepada AI, semakin mudah output diarahkan.
4. Consideration: Manfaatkan UGC untuk Membuat Konten Lebih Relevan
Pada tahap consideration, calon pelanggan membutuhkan bukti dan konteks penggunaan. Salah satu format yang dapat digunakan adalah UGC atau user-generated content.
UGC dapat digunakan untuk memperlihatkan bagaimana produk digunakan, masalah yang dialami pengguna, atau bagaimana sebuah produk ditempatkan dalam kehidupan sehari-hari.
OurStudio.ai memiliki Pusat Konten UGC yang dapat menjadi support dalam pengembangan materi UGC.
Dalam konten customer journey dengan AI, UGC dapat membantu menjembatani konten edukasi dengan konten yang lebih dekat pada keputusan pembelian.
Meski demikian, marketer tetap harus memastikan bahwa klaim atau pengalaman yang ditampilkan tidak menyesatkan. AI dapat membantu membuat konsep dan draft, tetapi keaslian informasi tetap menjadi tanggung jawab pemilik konten.
5. Decision: Gunakan Social Proof untuk Mengurangi Keraguan
Ketika calon pelanggan sudah tertarik, hambatan berikutnya biasanya adalah keraguan. Mereka ingin mengetahui apakah produk tersebut memang layak dipilih.
Social proof berperan penting di tahap ini. Bentuknya dapat berupa testimoni pelanggan, ulasan, hasil penggunaan yang dapat dibuktikan, atau pengalaman pelanggan yang relevan.
OurStudio.ai menyediakan Generator Testimoni yang dapat membantu kebutuhan penyajian konsep testimoni. Dalam penggunaannya, AI sebaiknya digunakan untuk membantu menyusun atau mendesain materi berdasarkan testimoni yang benar-benar tersedia, bukan membuat pengalaman pelanggan fiktif.
Pendekatan ini menjaga konten customer journey dengan AI tetap berorientasi pada kepercayaan, bukan sekadar memperbanyak materi promosi.
6. Decision: Perkuat Pesan Produk dengan Visual dan Copy
Pada tahap decision, calon pelanggan biasanya sudah mengetahui masalah dan mempertimbangkan produk. Karena itu, konten dapat lebih fokus pada alasan mengapa produk layak dipilih.
Struktur sederhana yang dapat digunakan:
Masalah → solusi → manfaat → bukti → penawaran → CTA.
AI dapat membantu membuat beberapa alternatif copy dari struktur tersebut. Visual produk kemudian dapat dikembangkan menggunakan Foto Produk Estetik atau Pembuat Gambar Iklan di OurStudio.ai.
Dalam konten customer journey dengan AI, tahap decision menjadi kesempatan untuk menggabungkan beberapa aset yang sudah dibuat sebelumnya agar pesan pemasaran terasa konsisten.
7. Conversion: Arahkan Pelanggan pada Satu Tindakan
Konten conversion memiliki tujuan yang lebih konkret. Setelah mendapatkan informasi dan membangun kepercayaan, pelanggan perlu diarahkan menuju tindakan.
CTA dapat berupa:
Beli sekarang Konsultasi Coba produk Daftar Hubungi tim Lihat penawaran
OurStudio.ai memiliki fitur Pembuat Landing Page yang dapat mendukung kebutuhan ini. Landing page dapat digunakan sebagai tujuan akhir dari konten atau kampanye sehingga calon pelanggan tidak hanya berhenti pada konsumsi informasi.
Dalam konten customer journey, landing page berfungsi menghubungkan aktivitas content marketing dengan conversion. Namun, halaman tetap harus diperiksa secara manual, terutama informasi produk, harga, CTA, dan detail penawaran.
8. Retention: Jangan Berhenti Setelah Pelanggan Membeli
Customer journey tidak berakhir ketika transaksi selesai. Pelanggan yang sudah membeli tetap membutuhkan konten.
Contohnya:
panduan penggunaan, tips memaksimalkan produk, ide penggunaan lanjutan, informasi produk terkait, apresiasi pelanggan, atau konten edukasi setelah pembelian.
AI dapat membantu membuat variasi konten tersebut sehingga komunikasi dengan pelanggan tidak selalu terasa repetitif.
Pada tahap retention, konten customer journey dengan AI sebaiknya lebih berorientasi pada pemberian nilai daripada terus-menerus menjual produk.
Cara Menggunakan OurStudio.ai dalam Customer Journey
Agar penggunaan AI tidak menjadi sekadar aktivitas membuat konten, marketer dapat menyusun workflow berdasarkan tahap pelanggan.
Awareness: Penulis Konten AI + pembuatan gambar + desain visual. Consideration: Penulis Konten AI + Pusat Konten UGC + Foto Produk Estetik. Decision: Generator Testimoni + visual produk + materi iklan. Conversion: Pembuat Landing Page + Strategi Iklan AI + materi promosi. Evaluasi: Audit Performa Iklan untuk melihat insight kampanye yang sudah berjalan.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa konten customer journey dengan AI tidak harus bergantung pada satu fitur. Setiap tool dapat digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan tahap perjalanan pelanggan.
Prinsip E-E-A-T Saat Menggunakan AI untuk Konten
AI tidak menghilangkan kebutuhan akan pengalaman dan keahlian manusia. Marketer tetap perlu menjalankan proses editorial agar konten tetap berkualitas.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa:
- Experience: gunakan insight berdasarkan pengalaman nyata terhadap produk atau pelanggan.
- Expertise: pastikan informasi yang diberikan memiliki dasar yang benar dan tidak sekadar hasil generasi AI.
- Authoritativeness: gunakan informasi produk, data, atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Trustworthiness: hindari klaim berlebihan, testimoni palsu, dan informasi yang tidak dapat diverifikasi.
Dengan prinsip tersebut, AI membantu proses produksi tanpa mengorbankan kredibilitas konten.
Kesimpulan
Marketer yang membuat konten berdasarkan customer journey memahami bahwa audiens punya kebutuhan berbeda di setiap tahap. Konten awareness membutuhkan daya tarik dan edukasi, consideration membutuhkan informasi, decision membutuhkan bukti, conversion membutuhkan CTA yang jelas, sedangkan retention membutuhkan konten yang mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
Konten customer journey dengan AI membantu proses tersebut menjadi lebih efisien karena AI dapat digunakan untuk mengembangkan ide, copy, visual, UGC, testimoni, hingga landing page.
OurStudio.ai dapat menjadi salah satu support tool untuk workflow tersebut karena menyediakan berbagai fitur yang dapat digunakan sesuai kebutuhan setiap tahap. Namun, AI tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu. Strategi, validasi informasi, kreativitas, dan keputusan akhir tetap berada pada marketer.
Ingin Membuat Proses Content Marketing Lebih Terarah dengan AI?
Gunakan OurStudio.ai untuk membantu mengembangkan ide, copy, visual, UGC, materi promosi, hingga landing page dalam satu workflow digital marketing.

Dengan AI sebagai support system, Anda dapat menghemat waktu produksi sekaligus lebih fokus menyusun strategi konten yang sesuai dengan perjalanan pelanggan. Segera Dapatkan Ourstudio.ai melalui Ourdigital store
