Konten User Generated Content (UGC) sering terasa lebih dekat dengan audiens karena formatnya menyerupai pengalaman pengguna saat memperkenalkan sebuah produk. Namun, membuat konten seperti ini dari awal tetap membutuhkan konsep yang jelas, mulai dari produk yang ditampilkan, alur cerita, adegan, visual, hingga pesan yang ingin disampaikan.
OurStudio.ai menyediakan Pusat Konten UGC untuk membantu menyusun konsep tersebut. Berdasarkan video referensi yang digunakan dalam artikel ini, pengguna dapat memasukkan nama brand, menjelaskan fitur dan manfaat produk, menentukan jumlah adegan, memilih rasio, kemudian melakukan generate untuk menghasilkan storyboard UGC. Dari hasil tersebut, konsep dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi visual dan video.
Table of Contents
Mengenal Fitur Upload UGC AI di OurStudio.ai
Pada dashboard OurStudio.ai, fitur yang digunakan dalam video ditampilkan sebagai Pusat Konten UGC dengan kategori VIDEO GEN dan keterangan “Authentic user generated content script & visual hub”. Dokumentasi OurStudio.ai yang digunakan sebelumnya juga mencantumkan Prompt UGC AI sebagai fitur untuk membantu menyusun konsep konten bergaya User Generated Content.
Dalam praktiknya, UGC Generator Ourstudio.ai berfungsi sebagai pembuat blueprint konten. Jadi, pengguna tidak langsung mendapatkan video final hanya dari satu kali input. Informasi mengenai produk terlebih dahulu diproses menjadi storyboard yang berisi gaya visual, adegan, narasi, dan prompt yang dapat digunakan untuk tahap produksi berikutnya.
Pendekatan ini cukup membantu karena pengguna tidak harus menyusun setiap adegan dari halaman kosong. AI membantu mengembangkan informasi produk menjadi konsep yang lebih terstruktur, sementara pengguna tetap menentukan informasi dasar dan arah kontennya.
Cara Menggunakan UGC Generator Ourstudio.ai

1. Buka Pusat Konten UGC
Setelah masuk ke dashboard OurStudio.ai, cari kartu Pusat Konten UGC pada area library. Klik Buka Tool untuk masuk ke halaman Pusat UGC.
Pada halaman tersebut terdapat panel input di sebelah kiri dan area UGC Storyboard di sebelah kanan. Panel kiri digunakan untuk memasukkan informasi project, sedangkan area kanan akan menampilkan hasil setelah proses generate selesai.
Memahami pembagian ini akan membuat proses penggunaan UGC Generator Ourstudio.ai lebih mudah, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali mencoba fitur tersebut.
2. Masukkan Nama Brand
Kolom pertama yang terlihat adalah Nama Brand.
Gunakan nama yang sesuai dengan project karena informasi tersebut menjadi bagian dari konteks yang diproses AI.
Tidak perlu menulis penjelasan panjang pada kolom ini. Cukup masukkan identitas brand dengan jelas, kemudian lanjutkan ke bagian informasi produk.
3. Jelaskan Fitur dan Manfaat Produk
Berikutnya terdapat kolom Fitur & Manfaat Produk. Bagian ini merupakan salah satu input terpenting dalam UGC Generator Ourstudio.ai.
Perhatikan bahwa input tersebut tidak hanya menyebutkan nama produk. Ada informasi mengenai bentuk produk dan cara penggunaannya. Informasi seperti ini memberikan konteks kepada AI mengenai apa yang perlu ditampilkan dalam konten.
Untuk project sendiri, jelaskan produk secara praktis. Anda dapat memasukkan fungsi utama, cara penggunaan, karakter produk, atau manfaat yang memang ingin dikomunikasikan.
Hindari menambahkan klaim yang tidak dapat dibuktikan. AI akan memproses informasi yang diberikan, sehingga akurasi brief tetap menjadi tanggung jawab pengguna.
4. Tentukan Jumlah Adegan
Setelah informasi produk dimasukkan, terdapat pengaturan Adegan.
Pengaturan ini menentukan jumlah bagian yang akan dibuat dalam storyboard. Jumlah adegan sebaiknya disesuaikan dengan cerita yang ingin disampaikan.
Sebagai contoh, konten dapat memiliki alur berupa pengenalan produk, proses penggunaan, kemudian penutup. Namun, struktur akhir akan mengikuti konsep yang dihasilkan oleh sistem.
Jangan menambahkan terlalu banyak adegan hanya agar konten terlihat kompleks. Untuk pemula, beberapa adegan yang jelas justru lebih mudah dikembangkan menjadi video.
5. Pilih Ratio Video
Selanjutnya terdapat pengaturan Ratio.
Sebelum menggunakan UGC Generator Ourstudio.ai, tentukan terlebih dahulu kebutuhan publikasi konten. Jika konten memang dirancang untuk format vertikal, rasio 9:16 dapat menjadi pilihan yang sesuai seperti yang ditunjukkan dalam video.
Gunakan opsi yang tersedia pada platform sesuai kebutuhan project Anda.
6. Perhatikan Pengaturan Suara AI
Pada tampilan yang direkam dalam video, terdapat pengaturan Suara AI dan pilihan yang terlihat adalah Kore.
Karena pengaturan tersebut terlihat langsung pada workflow yang menjadi referensi, pengguna dapat memperhatikannya ketika menyusun project UGC. Jika konten membutuhkan narasi suara, pilihan yang tersedia dapat disesuaikan dengan konsep yang ingin dibuat.
Namun, jangan hanya memilih berdasarkan nama suara. Pertimbangkan apakah karakter suara tersebut cocok dengan gaya komunikasi konten dan audiens yang dituju.
7. Periksa Pengaturan Lanjutan
Di bawah pengaturan utama terdapat bagian Pengaturan Lanjutan dengan opsi Tampilkan.
Jika Anda baru mencoba fitur ini, tidak perlu langsung mengubah seluruh pengaturan tambahan. Mulailah dengan nama brand, informasi produk, jumlah adegan, dan ratio.
Setelah memahami bagaimana storyboard yang dihasilkan bekerja, Anda dapat mengeksplorasi pengaturan lain sesuai kebutuhan.
Pendekatan bertahap seperti ini juga sesuai dengan pengalaman penggunaan OurStudio.ai secara umum. Setiap fitur memiliki workflow masing-masing dan output tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan project.
8. Klik Generate
Setelah informasi utama selesai diisi, jalankan proses Generate.
Tunggu sampai proses selesai. Setelah berhasil, area storyboard tidak lagi kosong dan mulai menampilkan hasil yang dibuat berdasarkan informasi project.
Pada tahap ini, UGC Generator Ourstudio.ai tidak hanya memberikan satu prompt pendek. Hasilnya dikembangkan menjadi beberapa bagian yang dapat digunakan sebagai dasar produksi.
Memahami Hasil UGC Storyboard
Setelah proses selesai, hasil pertama yang terlihat adalah Master Style.
Pada contoh video, master style menggambarkan konsep UGC-style 3D animation dengan palet warna kuning dan karakter yang dibuat dengan gaya 3D.
Master style memberikan gambaran umum mengenai karakter visual yang akan digunakan pada konten.
Di bawahnya terdapat bagian adegan. Salah satu contoh adegan dalam video memperlihatkan karakter 3D yang sedang memegang sachet berwarna kuning. Deskripsi tersebut juga dilengkapi informasi shot dan durasi.
Kemudian terdapat bagian Narasi. Contoh narasi pada video dibuat dalam bentuk pertanyaan yang berfungsi sebagai pembuka konten.
Selain itu, terdapat Technical Prompt yang memberikan instruksi visual lebih rinci.
Struktur tersebut membuat hasil UGC Generator Ourstudio.ai lebih mudah digunakan untuk tahap produksi karena pengguna tidak hanya mendapatkan ide umum, tetapi juga mendapatkan arahan visual dan narasi untuk adegan.
9. Render Visual dari Storyboard
Setelah storyboard tersedia, pengguna dapat melihat opsi Render Visual pada bagian adegan.
Tahap ini menunjukkan bahwa workflow UGC tidak berhenti pada pembuatan script atau storyboard. Konsep yang telah dibuat dapat dilanjutkan menjadi aset visual.
Tetap lakukan pemeriksaan terhadap hasilnya. Pastikan produk, kemasan, warna, teks, dan elemen visual lainnya tidak menyimpang dari referensi sebenarnya.
10. Lanjutkan Prompt ke Produksi Video
Video referensi juga memperlihatkan bagaimana prompt visual dari storyboard kemudian digunakan dalam workflow Google Flow.
Prompt tersebut menjelaskan karakter, pakaian, aktivitas menuangkan serbuk vitamin C ke dalam gelas, air dingin, es batu, rasio 9:16, serta narasi yang akan digunakan.
Setelah prompt digunakan, visual dapat dikembangkan menjadi rangkaian video vertikal. Pada bagian akhir video referensi, terlihat hasil berupa rangkaian adegan dengan karakter dan produk yang mengikuti konsep awal.
Dengan demikian, UGC Generator Ourstudio.ai dapat ditempatkan sebagai tahap awal dalam workflow produksi, mulai dari brief produk hingga blueprint dan prompt yang kemudian dikembangkan menjadi video.
Tips Agar Generate Konten UGC Lebih Terarah
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menggunakan UGC Generator Ourstudio.ai.
Pertama, berikan informasi produk secara spesifik. Jangan hanya menuliskan nama produk apabila fitur dan cara penggunaannya perlu ditampilkan.
Kedua, tentukan satu pesan utama. Setiap adegan sebaiknya mendukung tujuan konten yang sama.
Ketiga, gunakan ratio sesuai kebutuhan. Video referensi menggunakan format 9:16 untuk konsep visual vertikal.
Keempat, periksa storyboard sebelum melakukan produksi. Pastikan narasi, karakter, produk, dan adegan sesuai dengan konsep yang diinginkan.
Kelima, evaluasi output AI. Berdasarkan pengalaman penggunaan beberapa fitur OurStudio.ai, AI tetap berperan sebagai alat bantu dan hasilnya perlu ditinjau serta disesuaikan pengguna.
Kesimpulan
Cara menggunakan UGC Generator Ourstudio.ai dimulai dengan membuka Pusat Konten UGC, kemudian memasukkan nama brand, menjelaskan fitur dan manfaat produk, menentukan jumlah adegan, memilih ratio, serta memperhatikan pengaturan yang tersedia.
Setelah proses generate selesai, OurStudio.ai menghasilkan UGC Storyboard yang berisi master style, adegan, narasi, dan technical prompt. Dari storyboard tersebut, pengguna dapat melanjutkan ke proses render visual dan mengembangkan prompt menjadi video.
Workflow ini membuat proses pembuatan konten UGC lebih terstruktur. Pengguna tidak harus memulai dari halaman kosong karena informasi produk dapat dikembangkan menjadi konsep visual dan narasi.
Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa sebelum digunakan. Pastikan informasi produk benar, visual sesuai referensi, dan konten tidak membuat klaim yang tidak sesuai dengan produk sebenarnya.
Mulai Membuat Konten UGC dengan OurStudio.ai
Sudah memahami alurnya? Sekarang Anda dapat mencoba membuat project sendiri melalui Pusat Konten UGC dan mulai dari produk sederhana.

Jika ingin mengeksplorasi OurStudio.ai beserta berbagai fitur AI lainnya dalam satu platform, produk ini tersedia melalui Our Digital Store.
Mulai dari brief produk yang jelas, generate storyboard, periksa setiap adegan, kemudian kembangkan hasilnya menjadi konten UGC yang sesuai dengan kebutuhan brand.
